0
Teknis Budidaya Tanaman Cabaiby Mitra Agroon.Teknis Budidaya Tanaman CabaiTeknis Budidaya Cabai Teknologi NASA Pada kesempatan kali ini akan kami sajikan cara budidaya yang praktis pada tanaman cabai dengan menggunakan produk Nasa sebagai pendukung disertai gambar dari masing-masing bagian pembahasan. Cara budidaya cabe disini dibuat secara umum, baik itu cabai rawit, cabe merah besar ataupun cabe merah keriting. Persiapan Media Semai Campurkan ± 1-2 […]

Teknis Budidaya Cabai Nasa

Teknis Budidaya Cabai Teknologi NASA

Pada kesempatan kali ini akan kami sajikan cara budidaya yang praktis pada tanaman cabai dengan menggunakan produk Nasa sebagai pendukung disertai gambar dari masing-masing bagian pembahasan. Cara budidaya cabe disini dibuat secara umum, baik itu cabai rawit, cabe merah besar ataupun cabe merah keriting.

Persiapan Media Semai

  1. Campurkan ± 1-2 pack Natural GLIO dalam ± 25-50 kg pupuk kandang, lalu peram ± 1-2 minggu sebagai bahan campuran media semai
  2. Komposisi media semai yang akan digunakan terdiri atas tanah, pupuk kandang dan pasir dengan komposisi sebanding (1:1:1).

Media Semai Tanaman Cabai

Pembibitan Cabai

  1. Kebutuhan benih cabe sekitar 10-11 sachet/ha
  2. Lakukan perendaman benih dengan larutan ± 2-4 cc POC NASA /liter air hangat selama ± 2 jam
  3. Tiriskan dan peram ± 2-4 hari, benih yang berkecambah segera disemaikan
  4. Semprotkan POC NASA ± 2-4 tutup botol/tangki pada bibit usia 7 dan 14 hss (hari setelah semai)

Teknik pembibitan tanaman cabe

Pengolahan lahan dan Pemupukan Dasar

  1. Taburkan pupuk kandang (± 5-10 ton/ha) dan Dolomit (± 200-300 kg/ha) di lahan
  2. Lakukan olah tanah
  3. Buat bedengan (tinggi ± 40 cm dan lebar ± 100 cm) dengan drainase yang cukup
  4. Campurkan SUPERNASA sebanyak 3-6 kg/ha bersama pupuk TSP ± 150 kg/ha) lalu taburkan secara merata di bedengan. Kemudian tebarkan GLIO (yang sudah dicampur pupuk kandang) ke permukaan bedengan (aplikasi ± 1 minggu sebelum tanam)
  5. Tutup bedengan dengan mulsa

Pengolahan Lahan pada Budidaya Cabe

Proses Pindah Tanam

  1. Buatlah lubang tanam dengan jarak 60 cm x 60 cm atau 70 c, x 70 cm.
  2. Tanamkan bibit umur ± 21-30 hari / 5-6 daun.

Teknik pindah tanam pada budidaya cabe

Perlu diperhatikan bahwa saat melepas polybag, bola tanah jangan sampai pecah agar tanaman tidak stress.

Pemupukan dan Pemeliharaan Tanaman

Pemupukan Makro Susulan (Urea, ZA, dan KCL)

Usia 1 – 4 minggu

Urea ZA KCL POWER NUTRITION Interval
± 10 sdm ± 10 sdm ± 10 sdm ± 5-10 sdm 1 minggu
Cara Aplikasi: Campurkan ± 50 liter air, siramkan ± 1 gelas per lubang tanam (± 200cc)

Usia 5 minggu dan seterusnya

Urea ZA KCL POWER NUTRITION Interval
± 10 sdm ± 20 sdm ± 20 sdm ± 10-20 sdm 1 minggu
Cara Aplikasi: Campurkan ± 50 liter air, siramkan ± 2-3 gelas per lubang tanam (± 400-600cc)

Pemupukan tanaman cabe

Pemupukan POC NASA, HORMONIK, dan AERO810

  1. Usia 2 minggu dan seterusnya (interval 1-2 minggu):Pemeliharaan Tanaman Cabe
  2. Semprotkan POC NASA ± 3-5 tutup/tangki + HORMONIK ± 1 tutup/tangki + AERO ± ½ tutup/tangki (Volume tangki ± 10-17 liter) dengan kebutuhan  ± 20-30 tangki/hektar.
  3. Penyemprotan dilakukan dari atas dan bawah permukaan daun

Keterangan:

Pemasangan ajir dan tali penguat sebaiknya dilakukan saat usia sekitar 15 hari setelah tanam

Perempelan

Sisakan ± 2-3 cabang utama mulai umur 15-30 hari

Fase Panen dan Pasca Panen

  1. Pemanenan
    • Panen pertama sekitar umur 60-75 hari
    • Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya
  2. Cara Panen
    • Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
    • Pemanenan yang baik dilakukan pagi hari setelah embun kering
    • Penyortiran dilakukan sejak di lahan
    • Simpan ditempat yang teduh
  3. Pengamatan Hama & Penyakit Cabai

Related Posts

Tinggalkan Balasan