0
Teknis Budidaya Padi Teknologi NASAby Mitra Agroon.Teknis Budidaya Padi Teknologi NASASebagai bahan pangan pokok di Indonesia, beras mutlak dibutuhkan dalam jumlah yang besar dan berkelanjutan. Dan alangkah baiknya kalau kita sebagai negara agraria, mampu menghasilkan sendiri tanpa perlu mengekspor dari negara lain. Untuk itu, PT Natural Nusantara sebagai perusahaan berbasis agro organik, berusaha memberikan pedoman Teknis Budidaya Padi yang praktis untuk para petani Indonesia agar […]

Teknis Budidaya Padi Teknologi NASA

Sebagai bahan pangan pokok di Indonesia, beras mutlak dibutuhkan dalam jumlah yang besar dan berkelanjutan. Dan alangkah baiknya kalau kita sebagai negara agraria, mampu menghasilkan sendiri tanpa perlu mengekspor dari negara lain. Untuk itu, PT Natural Nusantara sebagai perusahaan berbasis agro organik, berusaha memberikan pedoman Teknis Budidaya Padi yang praktis untuk para petani Indonesia agar bisa meningkatkan hasil panen tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Teknis Budidaya Padi Teknologi NASA

Kali ini AgenPupuk.com akan menyajikan cara budidaya tanaman padi secara ringkas dengan gambar dengan harapan bisa lebih enak untuk diikuti para petani.

Persiapan Benih

Teknis Budidaya Padi Nasa 01

  1. Kebutuhan benih 20-40 kg/ha
  2. Benih padi direndam dalam air selama 6-12 jam dengan larutan POC NASA dosis 2-5 cc/liter
  3. Tiriskan dan peram selama 1-2 malam hingga benih berkecambah

Pembibitan & Olah Lahan

  1. Siapkan lahan persemaian seluas 20-40 m2 untuk setiap 1 kg benih.
    Persemaian diairi dengan berangsur sampai 3-5 cm.
    Teknis Budidaya Padi Nasa 02
    Semprot persemaian dengan melihat tabel berikut:

    POC NASA + Hormonik Natural BVR PESTONA
    4 : 1 tutup/tangki 1 sdm/tangki 7 tutup/tangki
    umur 2 minggu umur 2 minggu umur 3 minggu
  2. Olah lahan tanam:
    Teknis Budidaya Padi Nasa 03
    Lakukan pengolahan lahan sebelum tanam dengan aplikasi SUPERNASA dengan dosis 3-6 kg/ha ditambah dengan Dolomit 100-300 kg/ha, TSP 100-200 kg/ha, serta UREA 50-100 kg/ha.

    Catatan:
    Dolomit dan TSP idealnya kurang lebih 2 minggu sebelum tanam
    SUPERNASA dan UREA sebaiknya digunakan pada 0 HST (menjelang atau saat tanam)

Pindah Tanam dan Jarak Tanam Padi

Lakukan pemindahan tanaman (bibit saat umur 18-25 hari setelah semai (hss) yaitu saat bibit memiliki 5-7 daun atau 3-5 anakan.

Jarak tanam dapat berupa jarak tanam tegel 25 cm x 25 cm, atau jarak tanam legowo 40 cm x 20 cm x 10 cm, yaitu mengilangkan satu baris setiap menanam dua baris, serta dalam baris dipadatkan.

Pemeliharaan Tanaman Padi

Pemupukan I umur 15-20 setelah tanam: Urea 100 kg/ha + NPK 100 kg/ha

Pemupukan II umur 40-45 setelah tanam: Urea 50 hg/ha + NPK 200 kg/ha + Power Nutrition 3-6 kg/ha

Penyemprotan POC NASA : 4-5 tutup + Hormonik  1-2 tutup per tangki pada umur 15, 30, 45 hari setelah tanam

Saat penyemprotan dapat ditambah dengan PESTONA atau BVR

Teknis Budidaya Padi Nasa 04a

Jaga ketinggian air di sawah setinggi kurang lebih 3 cm selama 3-5 hari, untuk mempercepat pertumbuhan bibit dan menghambat gulma

Teknis Budidaya Padi Nasa 04b

Tambah penggenangan air sampai 5 cm selama masa pembungaan dan pengisian bulir. Jika jumlah air terbatas, lakukan penggenangan dan pengeringan bergantian

Secara bertahap, kurangi penggenangan pada usia 2 minggu sebelum panen, sampai lahan benar-benar kering saat panen.

Itulah pedoman praktis teknis budidaya padi teknologi organik Nasa yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat !

Related Posts

Tinggalkan Balasan